Breaking News

Kejari Belawan Gelar Upacara HUT ke-81 RI dengan Hikmat

Foto: Kepala Seksi Intelijen Daniel Setiawan Barus,SH.MH. bacakan amanat Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin.(dok.Ist)

Kejari Belawan Gelar Upacara HUT ke-81 RI dengan Hikmat


Belawan.cerminasiab-Kejaksaan Negeri (Kejari ) Belawan menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Belawan , Senin (17/8/2026) dengan hikmat. Upacara mengusung tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kepala Seksi Intelijen Daniel Setiawan Barus,SH.MH. 
Upacara diikuti seluruh pegawai,dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Kejari Belawan.

 Dalam amanat Jaksa Agung ST Burhanuddin yang dibacakan Kepala Seksi Intelijen Daniel Setiawan Barus, ditegaskan bahwa peringatan kemerdekaan adalah momentum menyalakan kembali api perjuangan para pendiri bangsa.

"Kemerdekaan lahir dari air mata ibu, langkah pejuang menembus gunung, dan darah yang tertumpah tanpa pamrih," demikian bunyi amanat tersebut.

Jaksa Agung mengajak insan Adhyaksa merenung. Seandainya para pejuang hadir hari ini, mereka tidak akan bertanya soal gedung megah atau jabatan tinggi.

Para pejuang tidak berjuang untuk diri sendiri. Keliru jika kita bekerja hanya untuk kepentingan sesaat, jabatan, atau keuntungan pribadi," lanjut amanatnya.

Amanat menekankan pentingnya persatuan. Jangan biarkan sekat struktural dan ego sektoral memecah soliditas Korps Adhyaksa.

"Kekuatan kita bukan pada individu, melainkan pada soliditas barisan. Di mana pun bertugas, kita satu dalam menegakkan keadilan," ujarnya.

Tema tahun ini bukan seremoni. "Tidak ada kemakmuran tanpa keadilan. Tidak ada keadilan tanpa kedaulatan. Dan tidak ada kedaulatan jika hukum hanya jadi tontonan," tegas Jaksa Agung.

Logo HUT ke-81 berbentuk aliran tanpa putus. Ini mengingatkan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti. Kejaksaan yang 2 September 2026 nanti juga genap 81 tahun, harus dinamis dan responsif.

Indonesia adalah rumah bagi semua. Di rumah ini, hukum harus menjadi induk semang yang melindungi, bukan tuan yang menindas.
"Tugas kita memastikan setiap anak bangsa mendapat perlindungan hukum yang sama, tanpa pandang bulu," kata Kepala Seksi Intelijen Daniel Setiawan Barus, saat membacakan amanatnya.

Jaksa Agung menyinggung keluhan masyarakat. "Itu harus berakhir di era kita. Hukum harus seperti bilah pedang di logo Kejaksaan, tajam di kedua sisinya," tegasnya.

Kejaksaan diminta jadi motor perubahan. Hukum harus tegak lurus, tidak goyah oleh kekuasaan, uang, dan kepentingan.

Di tengah ketidakpastian global, kekayaan bangsa harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Masyarakat menunggu tindakan nyata, putusan adil, dan perlindungan dari kesewenang-wenangan.

"Jangan jadi aparatur yang gagah dengan seragam tapi tidak berdampak. Kita pelayan keadilan, bukan pelayan kekuasaan, pemilik modal, atau popularitas," pesan Jaksa Agung.

Momentum 81 tahun HUT RI adalah saat bertransformasi. Tinggalkan cara birokratis, menuju pendekatan humanis, cepat, dan berdampak. Teknologi harus mendekatkan Kejaksaan ke masyarakat.

Jaksa Agung mengakui ada kegelisahan di tubuh Kejaksaan. Namun ia meminta agar kekecewaan tidak memadamkan semangat pengabdian.

"Marwah institusi ditentukan ribuan tangan yang bekerja jujur. Bangkit, tegakkan disiplin, perkuat pengawasan, dan buktikan Kejaksaan berani memperbaiki diri," ujarnya.

"Kepercayaan publik harus diperoleh lewat kerja nyata. Bukti bahwa laporan didengar, perkara diproses tanpa pandang bulu," pungkasnya.(Desrin).

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close