Breaking News

Wujud Nyata Polri untuk Masyarakat




Drs.Desrin Pasaribu

Wujud Nyata Polri untuk Masyarakat

Oleh: Drs.Desrin Pasaribu

Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri mengalami peningkatan signifikan dan tren positif. Berdasarkan hasil survei terbaru, angka kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara mencapai 82,4 persen. Capaian ini menempatkan Polri diposisi puncak sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya di Indonesia.Lonjakan kepercayaan publik ini didorong oleh beberapa faktor utama dan memiliki implikasi penting:

 Faktor pendorong utama penguatan pengawasan yaitu pembenahan mekanisme pelayanan, transparansi penanganan kasus, dan penguatan pengawasan internal dinilai berhasil memulihkan citra kepolisian.Optimalisasi pelayanan publik seperti digitalisasi layanan kepolisian (seperti Samsat online dan pelaporan digital) untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses bantuan dan administrasi.

Responsivitas terhadap kritik masyarakat ke Polri secara aktif mendengarkan masukan dan tidak antikritik, serta membentuk tim percepatan reformasi agar lebih profesional dan akuntabel.

Polri dapat dikategorikan merupakan lembaga penegak hukum yang baik ditengah dinamika lembaga penegak hukum di Indonesia, hasil survei media secara konsisten menunjukkan bahwa Polri menempati peringkat tertinggi dalam hal kepercayaan masyarakat.

Dampak yang dirasakan dimasyarakat yaitu tingginya angka kepercayaan ini selaras dengan meningkatnya rasa aman masyarakat di lingkungan tempat tinggal. Mayoritas publik percaya bahwa aparat kepolisian mampu memberikan perlindungan dan menekan angka kriminalitas dengan lebih baik.


Masyarakat dapat memantau berbagai inovasi dan transparansi layanan kepolisian melalui "Portal Resmi Polri" untuk melihat bagaimana institusi ini terus menjaga dan meningkatkan komitmennya.Presisi Polri dalam praktik adalah implementasi transformasi kepolisian yang berlandaskan pada empat pilar seperti Prediktif yaitu kemampuan menganalisis data untuk mencegah kejahatan,Responsibilitas yaitu tindakan cepat dan tepat, Transparansi, dan berkeadilan masyarakat dapat melihat langsung dalam pelayanan masyarakat dan penegakan hukum sehari-hari.

Transformasi pelayanan publik Polri menerapkan digitalisasi untuk memangkas birokrasi, sehingga layanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses dari mana saja.

Polri juga memiliki aplikasi terpadu untuk pengurusan seperti pembuatan dan perpanjangan SIM online, pembuatan SKCK, hingga pelacakan perkembangan perkara dari surat pemberitahuan perkembangan penyidikan
 (SP2HP) kini diintegrasikan melalui portal resmi aplikasi Presisi - Polri.

 Pencegahan dan pemeliharaan Kamtibmas dilaksanakan pendekatan prediktif  untuk menekan angka kriminalitas sebelum gangguan keamanan terjadi di tingkat wilayah.

Patroli perintis presisi dilakukan personil unit khusus yang secara rutin berpatroli di titik-titik rawan untuk mencegah tindak kejahatan jalanan seperti begal atau tawuran serta membangun komunikasi langsung dengan warga.


Optimalisasi Polsek dan Polres, menguatkan peran lini terdepan agar lebih responsif terhadap aduan masyarakat setempat. Penegakan hukum yang berkeadilan  diarahkan agar tidak diskriminatif, lebih objektif, dan meminimalisir penyalahgunaan wewenang melalui pengawasan internal yang ketat.

Polri juga dihadapkan pada tantangan era modern yang menuntut transformasi menyeluruh melalui pemanfaatan teknologi, inklusivitas, dan perubahan kultur.


 Institusi ini beralih menjadi garda terdepan pelayan masyarakat yang mengintegrasikan pengawasan modern seperti kecerdasan buatan (AI) serta membuka ruang karier inklusif bagi penyandang disabilitas.

 Peran dan tantangan yang sedang dihadapi Polri yaitu transformasi digital dan keamanan siber.

Polri terus berupaya mengonsolidasikan ribuan aplikasi dan memusatkan data ke data center resmi untuk meminimalisir kerentanan keamanan siber.

 Penerapan teknologi seperti body worn camera juga diwajibkan demi menjamin transparansi tindakan di lapangan.

Pendekatan humanis dan inklusivitas Polri semakin merangkul keberagaman dengan membuka rekrutmen afirmatif bagi penyandang disabilitas serta memperkuat kurikulum pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi.


Revolusi budaya menjadi pekerjaan rumah  (PR) besar reformasi Polri meliputi upaya pelepasan budaya militeristik agar lebih sesuai dengan identitasnya sebagai institusi sipil. Transparansi dan akuntabilitas ditekankan untuk menjaga kepercayaan publik.Perluasan fungsi di luar penegakan hukum,  selain memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polri turut terjun menjadi cooling system dan mendukung ketahanan nasional, seperti mengawal program swasembada pangan.

Program pembinaan masyarakat seperti polisi RW/bhabinkamtibmas, penerapan teknologi dalam penegakan hukum tilang elektronik/ETLE, aturan rekrutmen terbaru untuk anggota Polri,Keamanan Lingkungan (Siskamling) bersama warga.

Sebagai dukungan personil Polri terjun langsung membantu warga saat terjadi bencana alam atau krisis kesehatan lingkungan.

Integrasi data terhubung secara digital dengan sistem pembayaran denda peradilan dan memfasilitasi blokir Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) jika denda tidak diselesaikan.

Rekrutmen anggota Polri Akpol,Bintara, Tamtama harus sesuai prosedur di Polri, bersih jujur, dan gratis. (Selamat HUT ke-80 Polri)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close